::: Tak Cukup Uang Beli Sepeda Motor, Murtala Bunuh Diri ::: Pasien RSUD Cut Mutya Bertambah Sejak Ada JKA::: Terkait Pemukulan Siswa SMAN-1 Samudera, Kepsek: Keluarga Korban Telah Merekayasa ::: Bus Cenderawasih Asal Bireuen Terbalik di Simpang KKA:::

Headline

Headline
Islamic Center, Kota Lhokseumawe, (Busairi)

KOMPAS.com

Sabtu, 10 April 2021

Aceh Timur Perbaiki Kekurangan Demi Adipura

 


Aceh Timur Perbaiki Kekurangan Demi Adipura

 

Idi Rayeuk, (Analisa). Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berkomitmen untuk mensukseskan kegiatan Adipura untuk tahun 2021. Keseriusan untuk mendapatkan Adipura mulai dibahas dalam rapat yang digelar di Aula Setdakab Aceh Timur, Sabtu (10/4).

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Timur Ir. Mahyuddin, M.Si dalam rapat petunjuk teknis kegiatan menuturkan, jika Kabupaten Aceh Timur tergolong dalam kuota baru pasca pemekaran, Pemerintah Aceh Timur akan tetap berjuang untuk mendapatkan Adipura agar lebih maksimal seperti daerah lainnya.

 

"Untuk mendapatkan Adipura kami akan terus berusaha yang terbaik, seperti kegiatan ini juga memberi motifasi bagi kami di Aceh Timur, agar pencapaiannya lebih baik dimasa yang akan datang. Kami juga perlu masukan-masukan sehingga bisa memperbaiki kekurangan agar kedepan kami bisa mendapatkan Adipura," tutur Ir. Mahyuddin pada kegiatan itu.

 

Sementara Staf Ahli dari Kementerian LHK SB Irwansyah ST MT pada kesempatan yang sama mengatakan, dalam pencapaian untuk mendapatkan Adipura faktor yang dinilai adalah kebersihan, dan itu sangat penting, sebut Irwansyah.

 

"Seperti pengelolaan sampah, wadah sampah juga wajib dinilai seperti di kantor-kantor yakni, kantor Lingkungan Hidup, kantor Bappeda, kantor PU, dan juga kantor Dinas Pendidikan itu juga wajib dinilai, termasuk di Sekolah," kata Irwansyah.

 

Ia juga menyebutkan, kantor camat juga wajib dipantau kebersihannya, dan untuk kantor kecamatan yang diperiksa itu sebanyak dua gampong (desa) di dekat kecamatan itu juga akan dipantau, seperti kebersihan saluran lingkungan, dan sebagainya.

 

"Seperti kantor Bupati dan Walikota juga tidak luput dari pantauan, dan paling penting juga tidak boleh adanya asbak rokok. menurutnya kalau paradigma lama sampah dikumpul, angkut, lalu dibuang,” paparnya.

 

 Tambahnya, paradigma baru sampah harus dipilah, dan dikumpul seperti plastik sesama plastik, botol-sesama botol, dan mana yang organik, non organik dan mana sampah yang berbahaya untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). (sairi)

 

Teks Foto: Rapat pembahasan Adipura di Aula Setdakab Aceh Timur, Sabtu (10/4). (Analisa/istimewa)

selengkapnya »

Minggu, 17 Juli 2011

PNS Tetap Aktif Selama Bulan Puasa



Sekitar 500 PNS di lingkungan Pemko Lhokseumawe mendapat siraman rohani menjelang Bulan Suci Ramadhan, Jumat (15/7). Walikota Lhokseumawe Munir Usman meminta mereka tetap aktif berkerja selama bulan puasa.

Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Zuhri usai ceramah di halaman kantor walikota  menjelaskan, walikota dalam pengarahannya meminta para pegawai harus memanfaatkan waksu selama puasa. Mereka diminta meningkatkan ibadah selama bulan suci tersebut. “Namun aktivitas harian juga tetap dilakukan,” ungkapnya.

Prof.DR.H.M.Hasballah, MA dari Sumatera Utara menyampaikan pencerahan di hadapan ratusan PNS dan unsur Muspikda Kota Lhokseumawe. Kegiatan yang diadakan Dinas Syariat Islam tersebut, menurut Zuhri dilakukan untuk meningkatkan ketakwaan para pegawai terutama menjelang bulan suci Ramdhan.***
selengkapnya »

Rabu, 25 Mei 2011

Komentar Mereka yang Telah Membaca Lampuki

Strategi pengarang untuk mengambil jarak emosional dengan masalah politik dan sosial penting yang diungkapkannya berhasil menyadarkan kita bahwa protes atau komentar sosial dan politik tidak harus disampaikan dengan bahasa kepalan tangan. Pengarang telah memanfaatkan penghayatan dan pengetahuannya tentang masalah itu untuk menyusun sebuah kisah yang mampu menumbuhkan simpati terhadap tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya.” 
—Sapardi Djoko Damono, sastrawan dan guru besar sastra UI, juri Sayembara Menulis Novel DKJ 2010

“Di dalam Lampuki, Arafat bergerak, membawa kita pada sehimpun kisah yang mengejutkan, penuh satir, dan hanya mungkin lahir oleh kekacauan politik … Dia telah mengganggu apa yang paling tidak diinginkan otoritas moral di mana pun: khayalan untuk melindungi sifat buruk manusia!” 
—Azhari Aiyub, penulis Aceh, penerima anugerah internasional Free Word Award 2005


“Lampuki adalah novel satir yang cerdas, membincangkan luka negeri sambil tertawa. Ia membikin kita penasaran sampai khatam.” 
—Abidah el Khalieqy, novelis, penulis cerita film Perempuan Berkalung Sorban, tinggal di Yogyakarta

“Sebuah novel yang menarik, pedih, dan berani; mengungkit Aceh sebagai luka yang belum sepenuhnya selesai.” 
—Helvy Tiana Rosa, sastrawan, motivator menulis, dan dosen Universitas Negeri Jakarta

“Lagi-lagi Aceh membikin kejutan! Sebelumnya soal perang, lalu tsunami, dan kali ini Lampuki. Kisahnya amat menyentak dan sangat berani.” 
—Gol A Gong, penulis, Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Indonesia, dan pendiri komunitas Rumah Dunia, Serang

“Arafat Nur sangat cerdas merebut realitas sosial yang beranak duri dalam daging dari peristiwa Aceh. Dia intip, dengar, lihat, dan rasakan kecamuk berpuluh tahun yang mengeram di bumi Aceh, diolah melalui kemampuan berpikir, melahirkan pengalaman jiwa, maka jadilah realitas sastra bernama Lampuki. Novel ini mengungkit kegetiran kondisi sosial Aceh dengan cara bergelak tawa yang sesungguhnya pahit mengiris jiwa. Memang, sesungguhnya kekuasaan sangat dekat dengan kejahatan. Lampuki sangat luar biasa. Bravo, Arafat!” 
—Sulaiman Juned, penyair, kolumnis, dramawan, sutradara teater, pendiri Komunitas Seni Kuflet, dan dosen teater Institut Seni Indonesia Padangpanjang

“Meskipun Arafat menceritakan tokoh-tokoh pesong dari kampung Lampuki, sesungguhnya dia sedang membahasakan perangai anak manusia yang bisa kita temukan di belahan bumi mana pun dan pada zaman kapan pun … Dalam Lampuki kita menemukan kisah universal yang ditulis begitu sederhana, lugas, dan mudah dipahami setiap orang. Penulisnya saya yakin suatu hari nanti akan mendunia.” 
—D. Kemalawati, sastrawan dan guru, tinggal di Banda Aceh

“Sejarah lebih sering mencatat hal-hal besar, sastrawan perlu mengambil peran mencatat hal-hal yang tidak ditangkap oleh mata formal sejarah. Arafat telah berusaha mencatat fragmen-fragmen kecil dari sebuah ritus sejarah di Aceh.” 
—Dianing Widya Yudhistira, novelis, tinggal di Jakarta

“Saya yakin Lampuki menjadi novel paling menonjol tahun ini dan bakal bertahan lama sebab ceritanya mirip gaya penulis dunia. Benar-benar novel yang cerdas, sanggup memukau dari awal sampai akhir.” 
—Fikar W. Eda, penyair dan wartawan, tinggal di Jakarta

“Lampuki memiliki keteraturan diksi dan kehati-hatian pemilihan kalimat. Ada kesadaran pascakolonial dalam bernarasi yang tidak tunduk pada bahasa pop pasaran. Ceritanya kadangkala kelu dan muram, tetapi memang begitulah warna dalam kehidupan nyata …” 
—Teuku Kemal Fasya, esais, dosen antropologi Universitas Malikussaleh, Banda Aceh

“Lampuki disajikan dengan cara berbeda dari kebanyakan karya sastra di Indonesia. Penceritaannya sangat kuat dengan bahasa yang membumi. Arafat piawai mengambil jarak dengan semua tokoh dan peristiwa, tetapi kisahnya sangat dekat dengan kita semua.” 
—Ayi Jufridar, jurnalis dan novelis
selengkapnya »

Selasa, 17 Mei 2011

Pengamat: NII Ingin Menggulingkan SBY


Aceh Utara, FOKUS.com-  Meski tim densus 88 Mabes Polri telah berhasil menembak mati dua teroris di Sokoarjo, Solo, Jawa Tengah beberapa hari lalu,  namun tidak berarti jaringan teroris hilang di Indonesia.

Demikian ujar pengamat Teroris Al-Chaidar kepada wartawan di Lhokseumawe, selasa (17/5),  “Malah kelompok NII mengeluarkan seruan untuk mendirikan posko jihat di seluruh Indonesia, guna untuk menggulingkan Pemerintah SBY” ujarnya 
  
Bahkan menurut Al-Chaidar,  seruan untuk mendirikan posko jihat seluruh Indonesia oleh kelompok Negara Inslam Indonesia (NII) untuk menggulingkan Presiden Susilo Bambang Yudonoyo baru diumumkan hari ini (Sesala-Red) oleh kelompok NII tersebut.

“Kelompok Sigit Gurdowi merupakan kelompok Negara Islam Indonesia dari fraksi hisfran, yang berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian besar di Jawa Barat” ngkau pengamat tersebut.

Menurut Al-Chaidar, aliran tersebut berada dalam kelompok H. Ismail Pranoto yang cenderung lebih pluritan,  dan sekarang ini mereka sedang merekrut banyak anak anak muda, dengan melakukan jihat yang bersifat fuja atau tidak berdosa lagi setelah meninggal.

“Hubungan mereka dengan kelompok JI sangat baik dan fraksi hispran ini tidak memiliki banyak ulama yang berkecimpung di dalamnya karena di kenal dengan sebutan Ustat Hafif, yang yang merupakan orang orang miskin yang biasa di sebut dengan wong cilik” tambah Al-Chaidar. (BUSAIRI)

selengkapnya »

Senin, 16 Mei 2011

Obat-obatan Ilegal Beredar di Aceh

Obat Ilegal: Seorang petugas dari BPOM Provinsi Aceh sedang memeriksa obat ilegal di gudang farmasi Aceh Utara, Jum’at (13/5). (Busairi) 

Lhokseumawe, FOKUS.com- Petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh, Jum’at (13/5) menggeledah gudang farmasi Aceh Utara, dalam razia tersebut BPOM menemukan 32 jenis obat-obatan ilegal.

Kepala bidang pemeriksaan dan penyelidikan BPOM Provinsi Aceh, Suriani mengatakan, sejumlah produk ilegal tersebut berasal dari Negara Cina, Thailan, dan dari Negara Malaysia. Menurut petugas BPOM, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di gudang farmasi Aceh Utara telah beredar obat ilegal.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat pihak BPOM melakukan penelusuran, ternyata benar dalam gudang tersebut menyimpan sejumlah obat dan alat kosmetik kadarluarsa, tidak memiliki izin, dan mengandung nilai berbahaya dengan nilai nominalnya mencapai lebih kurang 200 juta” ujarnya.

Puluhan kardus obat-obatan dan bahan kosmetik akan dibawa ke Banda Aceh oleh pihak BPOM untuk dimusnahkan “Sejumlah obat-obatan tersebut berasal dari negara luar, seperti dari Negara Cina, Thailan dan Negara Maysia. Tetapi kebanyak obat yang kita sita berasal dari Cina, baik ramuan maupun obat pabrikan, selain kadar luarsa sejumlah obat tersebut ada ang ilegal” tambah Suryani

Dia juga mengaku bila obat tersebut dikonsumsikan oleh masyarakat sangat berbahaya bahkan akan berakibat fatal “Dikhawatirkan oba tersebut dikhawatirkan bila dikomsumsi masyarakat akan mengakibatkan fatal, karena belum diseleksi oleh BPOM” ujarnya.

Dihimbau kepada masyarakat konsumen berhati-hati setiap membeli barang di pasaran karena bisa jadi beresiko bila masa berlaku atau sudah kedaluarsa. "Pelaku akan dikenakan UU kesehatan pasal 197, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, atau denda 1,5 miliyar” ujar Susyani.. (BUSAIRI).

selengkapnya »

Rabu, 11 Mei 2011

Bawa 10 Kg Ganja, Pemuda Langsa Gol

Bireuen, FOKUS.com- Mustafa, 24, dan Irfandi warga Kota Langsa diamankan di Mapolsek Jeumpa, Kabupaten Birauen, Minggu (8/5) karena kedapatan membawa 10 kilogram ganja kering yang dibungkus dalam kardus dengan mengendarai kendaraan.

Kapolres Bireuen, HR Dadik Junaidi melalui Kapolsek Kota Juang Iptu PM Kataren kepada wartawan Rabu (11/5) mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap saat pihaknya melakukan razia “Tersangka tertangkap tangan membawa 10 bal ganja yang dimasukkan kardus mie instad, namun sebelumnya sempat dibuang, dia mengaku kardus yang dibawanya berisi ikan asin dan bukan dibuang tetapi terjatuh,” kata Kapolsek Kota Juang yang diiyakan Kapolsek Juli.

Namun, lanjut Kapolsek Kota Juang, usaha tersangka hendak mengelabui petugas saat itu tidak berhasil. Pasalnya pihak penegak hukum itu tidak percaya begitu saja. Setelah diambil kardus itu lalu membukanya dan dilihatlah isinya 10 kg ganja kering yang telah dipres rapi yang kemudian diakuinya milik orang lain sedangkan keduanya hanya orang upahan saja yaitu bila tiba ke tujuan akan diberikan uang Rp500 perorang. “Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, kita kembali mengantongi dua tersangka lain yaitu W dan P pemilik dan penjual ganja yang dibawa dua tersangka yang telah ditangkap keduanya lagi itu terus diburu,” katanya.

Dikatakan, Kapolsek, dua tersangka yang telah diamnakan itu, mengaku kepada pihaknya, pemilik ganja berinisial W,35, juga asal Langsa yang dibelinya pada tersangka P warga Kecamatan Jeunib yang ditunggu di kawasan Jembatan Peudada, lalu kedua tersangka yang diamankan itu disuruh bawanya dengan cara memberi upah Rp500 ribu masing-masing keduanya. Namun, sebelum maksudnya berhasil kedua pembawanya diringkus karena tertangkap tangan membawa barang haram itu untuk diproses dengan hukum yang berlaku.***
selengkapnya »

Pencemaran Sungai Jambo Aye Bahayakan Warga Sekitar

Aceh Utara,FOKUS.COM- Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Aceh Utara, Nuraina mengaku, ratusan keluarga Kota Panton Labu, Aceh Utara yang tinggal di sepanjang sungai Krunge Jambo Aye masih mengkonsumsi air yang diduga telah tercemar. Selain limbah rice milling (kilang padi), hasil buangan pasar ikan dan pasar sayur di pinggir sungai juga telah mengakibatkan lingkungan sekitar sungai dapat diserang penyakit.

“Di sana ada rice milling, limbahnya ditumpahkan ke sungai,” jelas Kepala BLH Aceh Aceh Utara tersebut, Rabu (12/5). Selan itu sampah dari pasar ikan dan pasar sayur setiap hari juga dilempar ke dalam sungai. Sehingga terjadi pencemaran lingkungan yang dapat membahayakan warga setempat.



Tambahnya, warga Panton Labu yang menetap di sekitar wilayah sungai sekitar 250 keluarga. Mereka masih mengkonsumsi air dari aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga kondisi itu dinilai sangat berbahaya untuk kesehatan warga.

Selain itu, limbah rumah tangga dari warga setempat juga sering dibuang ke sungai yang mengalir dari kawasan hutan Bener Meriah dan Aceh Tengah ini. Sehingga tingkat pencemaran lingkungan makin meningkat. Bahkan di waktu tertentu air sungai terlihat keruh akibat terjadi pendangkalan di kawasan tersebut.

Untuk menghentikan pencemaran Sungai Jambo Aye, menurutnya perlu dilakukan tindakan menyeluruh. “Mulai dari membersihkan sungai, merelokasi warga di pinggiran sungai dan menjaga agar limbah dari rice milling dan pasar tidak dibuang sembarangan,” jelas Kepala BLH Aceh Utara. Untuk mengerjakan semua rencana tersebut membutuhkan dana sampai Rp5 Miliyar.(BUSAIRI)
selengkapnya »

Kamis, 05 Mei 2011

Pemuda Meurah Mulia Aniaya M.Jafar Hingga Kritis

Aceh Utara, FOKUS-M.Jafar,57, warga Leupen Siron, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara sudah dua minggu terkulai di Rumah Sakit Umum Cut Mutia akibat dihajar pemuda asal Meurah Mulia di kawasan hutan. Menurut aparat Kepolisian setempat pelaku berinisial LH dan saat ini masih buron.


Kapolres Aceh Utara melalui Kapolsek Tanah Luas, Ipda Teguh kepada Wartawan, Kamis (5/5) mengakui, korban dipukuli LH di hadapan rekan-rekannya yang berjumlah sekitar tujuh orang. ”Sampai sekarang korban masih dirawat di rumah sakit,” jelas Kapolsek Tanah Luas. Tersangka terindikasi warga Bare, Kecamatan Meurah Mulia.


Sementara itu keluarga korban Rasyidan,35, mengakui M.Jafar masih di rumah sakit. Padahal, korban sudah dirawat hampir sepuluh hari. ”Namun urat di lehernya masih tengang dan sulit digerakkan,” jelasnya. Selain itu pagian kepala korban bocor. Korban juga sering mengeluarkan darah segar dari mulut, sehingga diduga mengalami luka bagian dalam tubuhnya.

Menurtu informasi, kejadian itu terjadi pada Rabu 27 April 2011 lalu. Sekira pukul 10.30 M.Jafar pergi ke kebun miliknya di kawasan hutan Leupen Siron. Namun ketika sampai di sana, sekelompok pemuda sedang membuka lahan baru dan membagi-bagi lahan tersebut. ”Sebagian lahan M.Jafar ikut diambil mereka,” jelas Rasyidan. Sehingga dia protes dan memotong tali pengukur milik para pemuda tersebut.***
selengkapnya »

Penggunaan Dana APBK TA-2011 Belum Berpihak Kepada Rakyat

Lhokseumawe,FOKUS-Penggunaan dana dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh disinyalir belum berpihak kepada rakyat, bahkan dana tersebut sebagian besar untuk belanja pegawai.



Kabupaten Aceh Utara yang memiliki dana tertinggi dalam APBK TA-2011 menghabiskan belanja pegawai sampai 54 persen. “Untuk tahun 2011, APBK paling tinggi adalah Kabupaten Aceh Utara yaitu sebesar Rp1,087 trilyun, dimana belanja untuk pegawai sebesar Rp587.429 miliyar atau 54 persen dari total APBK,” jelas Baihaqi, Koordinator Bidang Advokasi Dan Kampanye LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), kepada Mimbar, Kamis (5/5).



Berdasar monitoring LSM anti korupsi ini, APBK Kabupaten Aceh Barat tahun ini sebesar Rp511,756 miliyar. Namun belanja untuk pegawai mencapai Rp328.353 miliyar atau 64 persen. Kabupaten Aceh Besar sebesar Rp695.726 miliyar, belanja untuk pegawai sebesar Rp432.756 miliyar.



APBK Kabupaten Aceh Selatan Rp544.500 miliyar dan untuk belanja pegawai sebesar Rp. 346.491 miliyar. Kabupaten Aceh Singkil sebesar Rp. 371.817 miilyar dimana belanja yang dialokasikan untuk pegawai sebesar Rp197.787 miliyar.



Kota Lhokseumawe sebesar Rp459.378 miliyar dan belanja pegawai mencapai Rp254.264 miliyar. Kota Banda Aceh Rp592.669 miliyar dimana belanja untuk pegawai mencapai Rp399.847 miliyar atau mencapai 67 persen dari total APBKnya.



Sementara, tambah Baihaqi, penggunan benja pegawai yang rendah hanya di Kota Babussalam dan Kabupaten Gayo Luwes. “Khusus Kota Subussalam dan Kabupaten Gayo Lues, anggaranya lebih besar untuk belanja publik yakni mencapai 52 persen dari total APBK 2011 dan ini merupakan suatu terobosan baru di Aceh,” paparnya.***
selengkapnya »

Rabu, 09 Maret 2011

Keterlibatan Pejabat Publik Dalam KONI Lhokseumawe Langgar UU

LHOKSEUMAWE,RAKYATBICARA.com-Pejabat publik dan struktural di lingkungan Pemko Lhokseumawe yang mendominasi kepengurusan KONI setempat disinyalir berdampak pada pengelolaan anggaran daerah. Keterlibat sejumlah anggota DPRK, Komite Independen Pemilihan (KIP), dan beberapa pejabat struktural lainnya, telah melanggar UUPA dan UU SKN.
Para mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (Smur) Unimal Lhokseumawe, Kesatuan Mahasiswa Kota Lhokseumawe (Keumala) dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI), Senin (8/3) mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pengukukan kepungurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lhokseumawe. Induk organisasi olahraga tersebut, menurut Ketua Smur Unimal, Darkasyi telah ‘dikuasai’ para pejabat. Sehingga harapan masyarakat, agar KONI lebih professional akan sulit tercapai.
Sementara itu Ketua Keumala, Ahmad Refki Bentara mengatakan, para pejabat yang dikukuhkan beberapa hari sebelumnnya didominasi oleh para pejabat publik. “Diantaranya para anggota DPRK Lhokseumawe, KIP dan kepala dinas,” jelasnnya. Sehingga berpotensi terciptanya politik anggaran yang dapat merugikan masyarakat.
Selain itu, menurut mereka, dengan menempatkan pejabat yang kurang mengerti olahraga dalam KONI juga dapat menurunkan prestasi atlit ke depan. “Untuk bisa mengharumkan nama Kota Lhokseumawe melalui olahraga ke depan, jauh pasak dari tiangnya,” tambah Ahmad Refki.
Pengukuhan pengurus KONI Kota Lhokseumawe periode 2010 – 2014, telah melanggar Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) Tahun 2006 dan Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Tahun 2005. “Dalam UUPA pasal 37, melarang anggota DPR merangkap jabatan dalam lembaga yang menggunakan anggaran negara,” tambah Darkasyi. Sedangkan dalam peraturan SKN, pejabat publik dan pejabat struktural tidak bisa merangkap dalam kepengurusan KONI. (RB)
selengkapnya »

Selasa, 25 Januari 2011

Ratusan Hektare Tanaman Padi di pedalaman Aceh Utara Terancam Puso

RAKYATBICARA.com- Sedikitnya 700 hektare tanaman padi di lahan tadah hujan di pedalaman Aceh Utara terancam puso akibat kekeringan. Kondisi tersebut terjadi di Desa Tanjong Pinenung, Kecaman Seunuddon, dan Desa Gampong Blang Kareung, Kecamatan Nisam, Aceh Utara.
Tgk.A.Gani Yakob,47, warga Blang Kareung yang ditemui di desannya, Selasa (25/1) mengakui prihatin dengan kondisi tanaman yang mengalami kekeringan. “Ketika padi mulai ditanam sekitar tiga bulan lalu, airnya cukup. Tapi sekaranag tidak penah hujan lagi, sehingga tanahnya kering,” jelas dia.
Di kawasan itu terdapat saluran irigasi, namun sejak dibangun sampai sekarang, menurut A.Gani tidak berfungsi. Saluran tersebut berasal dari Irigasi Cot Gapieh di kawasan Krueng Keude Ampah. Namun diduga karena debit air sungai tidak mencukupi, sehingga petani Gampong Blang dan sekitarnya tidak mendapat suplai air irigasi.
Sebelumnya, warga masih bisa memanfaatkan air dari saluran pembuang yang bermuara ke Pelabuhan Umum Krueng Geukeuh. Namun sekarang air di saluran pembuang tersebut juga mengering. “Biasanya kalau air laut sedang pasang, air di saluran pembuang juga banyak. Jadi bisa ditarik dengan pompa ke sawah,” tambah dia.
Kondisi kekeringan juga terlihat di Desa Tanjong Pineung. Lahan sawah warga kering kerontang akibat tidak berfungsinaya saluran, sehingga mengancam tanaman padi warga. Mereka mengharap pemerintah daerah dapat segera membangun saluran irigasi yang bisa mengaliri air ke sawah-sawah warga.
selengkapnya »

PSLS Lhokseumawe Vs PSMS Medan Berakhir Imbang

RAKYATBICARA.com-PSLS Lhokseumawe menjamu PSMS Medan yang berlangsungn di Lapangan Tunas Bangsa Kota Lhokseumawe berakhir imbang (0-0). Meskipun anak-anak PSLS banyak mendapat peluang emas.

Ervin dari kesebelasan PSLS Lhokseumawe “Laskar Pase” dan kawan-kawan berusaha menjebol gawang PSMS Medan dengan tendangan –tendangan spektekuler, namun tendangan-tendangan anak PSLS tersebut tidak membuahkan hasil karena berhasil dihalau oleh Cristian Gaston Vasque dan kawan-kawan dari kesebelasan PSMS Medan.

Namun, memasuki pada babak kedua anak-anak tuan rumah lewat tendangan-tendangan Anton Irawan dan kawan-kawan tetap gagal menjebol gawang PSMS sampai akhirnya wasit meniup peluit panjang.

“Kita Tidak kecewa terhadap terhadap anak-anak PSLS, karena mereka telah menunjukkan permainan yang sangat baik, dan kami bangga terhadap anak-anak PSLS karena mampur bertahan terhadap anak-anak PSMS” ujar Wakil Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya kepada sejumlah wartawan usai pertandingan.

Wakil walikota juga mengatakan, dirinya kecewa terhadap wasit yang tidak tegas memimpin jalannya permainan. “Secara pribadi saya sangat kecewa wasit mulai dari devisi satu sampai devisi terakhir saya kecewa terhadap wasit yang tidak tegas memimpin jalannya pertandingan” tambah Suaidi Yahya.

Sementara asisten manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa mengaku dirinya puas terhadap permainan anak-anak PSMS. “Saya rasa dua poin yang sudah cukup juga kecewa terhadap wasit karena tidak tegas sehingga hampir terjadi bentrok fisik antara kedua kesebelasan” kata Benny.
selengkapnya »

Tangkapan Nelayan Bireuen Minim Bukan Karena Cuaca Ekstrem

RAKYATBICARA.com- Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Indonesia, tidak mempengaruhi nelayan Kabupaten Bireuen untuk melaut, sebab cuaca ekstrem di Bireuen tidak terlalu radikal, nelayan di Kabupaten itu masih ada sebahagian yang berani melaut.

“Namun hasil tanggapan nelayan sejak Desember 2010 hingga Januari 2011 menurun drastis.sehingga mempengaruhi tingkat kesejahteraan mereka” ujar Hamdan Hs, Pengelola Couldstorage (Gudang Pendingin) Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, miliki pemkab Bireuen, Selasa ( 25/1).

Tambahnya, menurunnya hasil tangkapan nelayan, mempengaruhi terhadap tingginya harga ikan di pasar Kota Bireuen. Kondisi ini diperparah lagi dengan meningkatnya sejumlah harga barang kebutuhan pokok lainnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Syamsuar Syah, menyebutkan, minimnya hasil tangkapan nelayan tidak dipengaruhi oleh cuaca ekstrim sebagaimana yang melanda wilayah perairan lainnya di Indonesia. “Di Bireuen cuaca tidak ektrem, hanya saja hasil tangkapan nelayan yang memang menurun,” ungkapnya.

Berkenaan dengan cuaca yang tidak bersahabat, katanya, Panglima Laot biasanya selalu memberikan warning kepada nelayan agar tidak melaut. Namun, sampai saat ini panglima laot tidak memberikan peringatan tersebut.

Pada bagian lain Syamsuar Syah mengharapkan, kepada nelayan yang menggunakan boat pancing 2-3 GT agar melakukan usaha-usaha menjaga kualitas hasil tangkapannya dengan cara menyiapkan tempat pendingan yang layak, dengan demikian kualitas ikan masih bagus saat mereka merapat di PPI.

Sementara Abdul nelayan Kuala Mesjid, Kecamatan Kuala, Bireuen mengaku, lebih memilih tidak melaut disebabkan hasil tangkap yang minim, " Hasil tangkapan minim sehingga tidak menutupi untuk biaya oprasional, makanya saya lebih memilih tidak melaut,"sebutnya.
selengkapnya »

Minggu, 23 Januari 2011

Pasien Di RSUD Cut Mutya Bertambah Sejak Ada JKA

RAKYATABICARA.com, Aceh Utara- Sejak diperlakukan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) jumlah pasien yang berobat kerumah Sakit Cut Meutia dari hari kehari kian bertambah, penambahan berkisar antara 500 orang sampai 600 orang setiap harinya.

“Program JKA sudah memasuki tahun kedua sejak diluncurkan setahun silam, program JKA yang diluncurkan oleh Pemerintah Aceh sangat membantu masyarakat dari kalangan bawah” ujar Direktur RSUD Cut Meutia, Dr T Muhayatsyah M.D yang didampingi Kabid Perawatan Syuib HRC yang juga Sekretaris JKA , Rabu (19/1)

Masyarakat saat ini juga sangat merasakan Jaminan Kesahatan yang diprogramkan pemerintah. JKA adalah program kesehatan bagi masyarakat Aceh yang tidak memiliki asuransi kesehatan lainnya seperti JAMKESMAS. “Adakalanya pasien yang mau berobat sering mendapatkan informasi yang salah tentang JKA, padahal masyarakat Aceh yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan syaratnya sangatlah mudah” tambah Muhayatsyah,

Tambahnya, walaupun mengalami kesulitan untuk dapat melayani pasien sepenuhnya, pihak Rumah Sakit tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dan untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat pihak Rumkit telah menyediakan Pusat informasi yang akan memudahkan pasien untuk berobat di RSUD Cut Meutia. (BUS)
selengkapnya »

Pengawasa Proyek Asal-asalan, Negara Dirugikan Jutaan Rupiah

RAKYATBICARA.com, Aceh Utara: Pengawasan proyek pembangunan pagar pilot project di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Kelautan Pemko Lhokseumawe dinilai asal-asalan. Akibatnya terjadi pengurangan volume proyek yang menyebabkan kerugian negara sampai ratusan juta rupiah.

Hal itu terungkap dalam sidang pemeriksaan saksi yang berlangsung di PN Lhokseumawe, Kamis (20/1). Dua pengawasa masing-masing, Mahyuzar (konsultan) dan Haikal (Dinas PSDA) mengakui, baru mengetahui pengurangan volume proyek bernilai Rp392 juta, setelah pemeriksaan pihak kejaksaan. Sebelumnya mereka tidak menyadari kontraktor hanya membangun 1.400 meter pagar dari 2.000 meter yang ditentukan dalam RAP.

Kepada majelis hakim yang diketuai Syamsul Qamar SH MH, kedua pengawas proyek mengaku tidak banyak mengetahui tentang penyelesaikan bagunan pagar di Desa Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat tersebut. Namun mereka hanya menandatangani progres-nya sehingga kontraktor bisa menarik semua uang kendati volumen proyek belum mencukupi.

“Saya hanya melihat-lihat saja di lapangan,” aku saksi pengawasan konsultan dalam sidang yang menghadirkan tersangka mantan Kadis PSDA, M. Nurdin. Bahkan saksi konsultan proyek yang hanya menamatkan pendidikan SMA tersebut, tidak banyak mengetahui tentang konstruksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat kesal dengan jawaban saksi yang terkesan terlalu lugu.

Sementara saksi lain yang merupakan tenaga honorer Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Kelautan mengakui ditunjuk sebagai pengawasa hanya secara lisan. Bahkan dia tidak pernah mendapat gaji kendati harus bolak-balik mengawasi proyek.

Menjelang akhir pemeriksaan Ketua Majelis Hakim, Syamsul Qamar mengingatkan, kendati mereka dipekerjakan asal-asalan, namun tanda tangan mereka telah menyebabkan kerugian negara. Karena mereka telah ikut membubuhi tanda tangan pada progres proyek, seluruh biaya pembangunan telah ditarik, padahal pembangunannya belum selesai. Sidang akan dilanjutkan tanggal 27 Januari mendatang, dengan agenda mendengarkan saksi lainnya.
selengkapnya »

Di Rumah Sederhana itu Anak Yatim Ditempa

RAKYATBICARA.com. Aceh Utara: Jam penunjukkan pukul 14.00 siang, penulis melangkahkan kaki memasuki komplek Yayasan Pendidikan Islam Anak Yatim “Miftahul Jannah” di jalan Taruna No.15, Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.
Aktivitas di komplek itu tampaknya sepi tidak seperti biasanya, ternyata waktu itu semua santriwan dan santriwati lagi istirahat siang. Namun penulis tidak ber putus asa meskipun tak dapat melihat langsung kondisi anak-anak yatim tersebut. Soalnya pimpinan Panti Asuhan Hajjah Rosna, dan Ketua Yayasan Tgk H Syamsuddin bersedia menerima kami untuk mengadakan wawancara dengannya selama satu jam lebih.
Yayasan yang berdiri sejak 7 Mei 1986 di atas tanah seluas 1680 M2 ini berdekatan dengan Pabrik Pupuk Iskandarmuda dan proyek vital lainnya, atau sekitar 10 Km jaraknya dari Kota Lhokseumawe, tak sehebat yang dibayangkan sebelumnya. Tempatnya sangat sederhana, namum tampaknya sangat bersih semua pekarangannya. Di Panti Asuhan yang sederhana inilah anak yatim dan yang berasal dari keluaraga fakir miskin dididik untuk menjadi anak-anak yang mandiri, cerdas, dan ber iman.
Pimpinan Miftahul Jannah, Hajjah Cut Rosna, kepada wartawan ini menyebutkan, aktivitas harian para santri disini semuanya telah terjadwal. “Tadi selesai sembahyang dhuhur anak-anak semua diwajibkan istirahat (tidur) sampai menjelang shalat ashar . Sejak pagi hingga malam hari telah diatur jadwalnya, baik dalam hal mereka kesekolah, istirahat, belajar agama ,olah raga dan sebagainya itu telah disusun sesuai dengan kurikulum panti”, ujar Ketua Yayasan hajjah Cut Rosna. Senin (17/1)
Sistem pendidikan di Miftahul Jannah ini sangat sederhana, dan tak ada hal yang luar biasa sebagaimana juga di pondok-pondok pasantren lainnya di Aceh. Yaitu masih memelihara paham-paham Ahlussunnah Wal jama’ah, serta juga tetap mempertahankan sistim tradisi pendidikan islam yang penuh kasih sayang terhadap anak-anak didik. Namun dalam hal didikan sedikit berbeda, yaitu menggagaskan sebuah program pengolaborasian antara ilmu pendidikan umum dengan pendidikan agama, “Dan kami tetap mengutamakan mutu pendidikan, walaupun fasilitas pondok kami serba kekurangan”: ujar Hajjah Rosna atau biasa disapa Bunda.
Setelah gempa dan tsunami 26 Desember 2004 anak-anak Aceh semakin menambah luka.“kami tetap berpegang teguh pada khittah perjuangan kami, yaitu ingin mencetak santriwan dan santriwati untuk menjadi anak berguna bagi agama ,keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara sesuai dengan perkembangan zaman”., ujar Hajjah Rosna serius.
Dikatakan, selain pendidikan di bidang agama, juga dilatih untuk mahir berbahasa indonesia, Inggris dan Arab serta juga dididik untuk meraih kemampuan dalam memanfaatkan media informasi dan telekomunikasi secara baik dan benar sesuai dengan perkembangan terkini.
Menurutnya, “Miftahul Jannah” sekarang telah memiliki santriwan dan santriwati 100 orang lebih, dan memiliki 8 orang tenaga guru pengajar dari berbagai displin ilmu . Sedangkan kegiatan lain di Panti Asuhan ini, yaitu ;pagi hari mereka belajar di Sekolah tingkat Dasar (SD) ,SLTP ,MTsN, SMU, MAN.
Kemudian juga kegiatan lain, para santriwan dan santriwati selain melakukan pengajian Al Qur’an dan membaca Kitab –kitab kuning. Mereka juga melakukan Praktek sholat wajib, sholat sunnat, praktek Fardhu Kifayah memandikan mayat dan sholat jenazah. praktek menjadi imam sholat berjama’ah , samadiah, belajar do’a arwah, praktek menjadi bilal, sholat Tarawih, tes kemampuan dan mental, mengadakan muhadharah, belajar tilawatil Qur’an, Syarhil Qur’an, Qira’ah Sab’ah, Tahfidh dan sebagainya.
Bukan hanya sampai disitu, katanya lagi, Miftahul Jannah selain mengajar kegiatan pokok , juga mengajar berbagai kegiatan lainnya, yaitu kegiatan ekstra kurikuler, seperti; Dalail Khairat, Zikir Maulid, penghafalan Asmaul Husna, Shalawat Badar, Membaca Puisi Islam, Tarian Poh kipah yang dibina Bupati Aceh Utara, Tarian ranup lampuan untuk tampil dalam acara kebesaran dan juga acara-acara peresmian lainya.
Selain itu anak-anak juga di didik untuk bisa tampil dalam lembaga adat, yaitu; balas kisah pantun pada pesta perkawinan secara ada Aceh, dan marhaban sesuai dengan adat maupun budaya Aceh yang islami.
Karena itu, Hajjah Rosna hanya dengan mengandalkan rumah yang sederhana sebagai tempat tinggal mampu mendidik ratusan lebih anak yatim hingga mencapai prestasi luar biasa. Ia membawa anak – anak asuhannya menjadi manusia terhormat dan dikagumi oleh semua pihak. Hasil pengemblengannya tak sebatas pendidikan di tingkat lokal, tapi mereka telah mampu berkiprah ke tingkat nasional dan bahkan internasional sekalipun.
“Upaya ini cukup memuaskan kami bersama suami dan sekaligus ana-anak, karena terbukti 15 orang bisa diterima pada sebuah pasantren terkemuka di Surabaya dan 7 lainnya ke Negara jiran Malaysia”, ujar Hajjah Rosna yang diamini Tgk Syamsuddin atau biasa disapa Ayah sebagai ketua yayasan
Sementara itu dapat ditambahkan, dengan memiliki rumah dan balai pengajian yang sederhana ini, diharapkan perhatian dan bantuan para dermawan untuk membantu anak-anak yatim agar mereka untuk lebih berhasil. Juga dalam berbagai fasilitas panti yang sampai saat ini masih serba kekurangan . Yaitu khususnya dalam masaalah kamar mandi, sumur dan kakus (MCK), karena saat ini sangat menyulitkan anak-anak yatim tadi bagi keperluan dalam mempergunakannya MCK tersebut. (Busairi)
selengkapnya »

Kamis, 02 Desember 2010

Pengrusakan Kantor BRA Dampak Dari Kebijakan Tidak Pro-Korban Konflik

RAKYATBICARA.com-Sosiolog Otto Syamsuddin Ishak menilai pengrusakan kantor Badan Reintegrasi Aceh (BRA) di Aceh Utara sebagai dampak dari kebijakan Pemerintah Aceh yang belum pro kepada korban konflik.

Otto menilai Pemerintah Aceh tidak memikirkan kebijakan untuk menangani kebutuhan para korban konflik yang belum mendapatkan haknya. “Kata BRA tidak ada anggaran untuk korban semacam TgkBasyah (korban konflik yang mengamuk di kantor BRA Aceh Utara-red). Artinya baik DPRA maupun Pemerintah Aceh tak memikirkan kebijakan untuk itu,” jelas Ketua Konsorsium Aceh Baru ini, Kamis (2/12).

Pemerintah Aceh cenderung melempar tanggung jawab itu ke pemerintah pusat. Dalam pemahaman pemangku pemerintahan di Aceh, korban adalah tanggung jawab pusat, bukan tanggung jawabnya. “Seolah-olah semua korban adalah akibat dari operasi militer RI,” tegas Otto Syamsuddin Ishak saat dihubungi dari Lhokseumawe.

Menurut dia, jika tidak ada komit memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut, maka nantinya Pemerintah Aceh akan menjadi sasaran kemarahan korban lainnya. “Ya, pastilah akan berdampak pada dirinya,” ujarnya kembali.

Tabahnya, Sudah menjadi rahasia umum warga yang tidak berhak justru mendapatkan bantuan, sedangkan yang berhak terabaikan. Kalau berkaitan dengan implementasi kebijakan dan usulan kebijakan, berarti BRA sendiri juga tidak mengusulkan hal itu ke gubernur atau ke Partai Aceh untuk dianggarkan di DPRA.

Dalam implentasi BRA, lanjut Otto, juga tidak memiliki kelenturan untuk melayani warga yang bernasib seperti Basyah Ali, korban konflik di Aceh Utara yang belum mendapatkan haknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Basyah Ali warga Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, mengamuk di kantor BRA Aceh Utara, Senin (29/11) siang. Korban konflik itu mengaku kecewa permohonannya sejak tahun 2007 terkait bantuan korban cacat tidak direspon pihak BRA (IST)
selengkapnya »

Jumat, 01 Oktober 2010

TIGA DESA DI KECAMATAN LANGFKAHAN JADI LANGGANAN GAJAH

BRADA / 30 SEPTEMBER 2010 / 7.30 / 12
TIGA DESA JADI LANGGANAN GAJAH

PULUHAN HEKTAR KEBUN DI TIGA DESA DI KECAMATAN LANGKAHAN / ACEH UTARA / AKHIR-AKHIR INI MENJADI LANGGANAN GAJAH LIAR // SEHINGGA RATUSAN MASYARAKAT DI DESA TERSEBUT MENGAKU RESAH //

MENURUT PENGAKUAN CAMAT KECAMATAN LANGKAHAN / AMIR HAMZAH / TIGA DESA TERSEBUT YAITU / DESA LUBUK PUSAKA / SEUREKE / DAN DESA BUKET LINTEUNG // PERISTIWA TERSEBUT SUDAH DILAPORKAN KE DINAS KEHUTAN SETEMPAT / NAMUN PIHAK DINAS MENYARANKAN AGAR HAL TERSEBUT DISAMPAIKAN KE PIHAK LSM SELAMATKAN ISI ALAM FLAURA DAN FAUNA (SILFA) //

=========== INSERT =========

LEBIH LANJUT / AMIR HAMZAH MENGATAKAN / METODE YANG SERING DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT SETEMPAT UNTUK MENGUSIR GAJAH YAITU / DENGAN MENANAM POHON PISANG DIKEBUN YANG MENJADI LINTASAN GAJAH / SEHINGGA GAJAH AKAN MEMAKAN TANAMAN PISANG YANG DITANAM TERSEBUT / DAN TIDAK AKAN MENGGAGU TANAMAN LAINNYA SEPERTI SAWIT / DAN KAKAU //

SELAIN MENGUSIR DENGAN CARA TERSEBUT / PIHAKNYA JUGA AKAN MELAKUKAN KENDURI / KARENA MENURUT CAMAT LANGKAHAN / GAJAH MERUPAKAN HEWAN PERASA / SEHINGGA AKAN AMPUH DILAKUKAN PENGUSIRAN DENGAN CARA RITUAL // SELAIN ITU / DIA JUGA MENGATAKAN SUPAYA MASYARAKAT MEMBERSIHKAN KEBUN MILIKNYA DARI SEMAK BELUKAR / AGAR TIDAK DIGANGGU OLEH GAJAH //

=========== INSERT ============

CAMAT MENAMBAHKAN / SETIAP TIGA BULAN SEKALI GAJAH SELALU TURUN KE KEBUN MASYARAKAT / KARENA ITU DISARANKAN KEPADA MASYARAKAT JANGAN BERCOCOK TANAM DI LINTASAN GAJAH // PIHAKNYA JUGA SELALU MENGENTROL SUPAYA WARGA JANGAN MEMASANG PERANGKAP YANG DAPAT MEMBUNUH GAJAH // (RRI-12)
selengkapnya »

Minggu, 29 Agustus 2010

Selamat Jalan DR Teungku Muhammad Hasan Tiro

Kamis siang 3 juni lalu, jam telah menunjukkan pukul 12.15 wib . Hampir semua kawasan bumi Aceh panas teriknya mata hari. Tiba - tiba langit mendung, angin bertiup dari arah barat daya sepoi – sepoi ,ini suatu pertanda orang yang sangat yang dicintai rakyat aceh telah pergi menghadap Khaliq, yaitu DR.Teungku Muhammad Hasan di Tiro, di Rumah Sakit Umum dr.Zainoel Abidin Banda Aceh. Innalillahi wa innailaihi raji’un.

Teungku Muhammad Hasan Tiro wafat di usianya menjelang 85 tahun ,dan ia adalah sosok yang sangat peduli terhadap bangsa dan tanah airnya. Bagi Rakyat Aceh Teungku Hasan Tiro adalah sosok manusia yang paling dikagumi, dan dicintai rakyat di sepanjang jamannya. Kali ini bagi rakyat Aceh berduka lagi, karena dengan kehilangan seorang tokohnya yang kaliber Dunia. . Belum lagi hilang dari ingatan kita , Aceh yang baru selesai mengalami komplik dan musibah tsunami beberapa tahun lalu . Kini Aceh berderai lagi air mata duka, tangis dan doa ribuan rakyat Aceh dimana – mana sulit dilukiskan dengan kata - kata ,dan bahkan wajah kedukaan tampak terlihat hampir setiap insan di bumi Iskandarmuda itu, begitu menerima berita duka DR Teungku Muhammad Hasan di Tiro telah pergi menghadap khaliq untuk selama lamanya.

Hari itu, kami sedang makan - makan di sebuah warung dengan beberapa teman , tiba- tiba mendapat telepon dari rekan wartawan senior , yaitu L. Munir pukul 12.25 wib .Dalam pembicaraan itu Munir menyebutkan Wali Nanggroe Tgk Hasan telah meninggalkan dunia baru kira – kira 10 menit yang lalu. Begitu mendengar berita duka, tak ada kata-kata lain, dan saya spontan mengucapkan ; Innalillahi wa innailaihi raji’un, serta menunduk haru dan sedih sejenak sambil menitis air mata, mengenang bahwa kerja besar beliau dalam membawa perobahan Aceh yang lebih bermartabat belum lagi selesai.

Berita meninggalnya wali nanggroe , Teungku Hasan Tiro hampir – hampir saya tak yakin. Soalnya pagi – pagi pukul 0.8.00 wib hari kamis itu, saya baru dapat telepon dari adik sepupu Tgk Hasan ,yaitu Tgk Abdul Razak ,dia baru pulang dari Banda Aceh menjenguk Wali di Ruang ICCU, Rumah sakit RSU Zainoel Abidin, dan waktu itu saya bertanya pada Tgk Abdul Razak bagaimana keadaan Wali? Jawabnya; “Cut Abang ,sebutan Tgk Abdul Razak, telah banyak kemajuan tentang kesehatannya yang ditangani oleh Tim Medis Rumah Sakit secara serius. Karena itu saya pulang ke Bereunuen sebentar, kata Tgk Abdul Razak” . Alhamdulillah, kita sama sama ber doa semoga Teungku Hasan cepat sebuh, jawab saya lagi. Oleh karenanya, begitu mendapat berita dari L.Munir ada semacam tak yakin saya, bahwa mantan Deklarator Aceh Merdeka itu telah meninggal dunia.

Manusia boleh saja berusaha sekuat tenaga dalam mengobati Teungku , namun Allah telah berkehendak lain .Selama 10 hari lebih Teungku Hasan di Rawat di RSUZA Banda Aceh secara intensif karena menderita berbagai penyakit, yaitu gangguan darah, radang paru – paru, gula darah dan radang hati. Siapapun tak dapat menolak ajal , yaitu teungku Hasan telah meninggalkan kita untuk selama lamanya, dan ia menghadap Sang Pencipta di alam kubur dalam keadaan damai, sesudah sehari sebelumnya ia mendapat status sebagai warga negara indonesia.

DR Teungku Muhammad Hasan di Tiro yang dikenal sebagai Deklarator GAM, juga dijuluki sebagai “Wali Nanggroe Aceh “, sebelum pengkebumiannya kamis lalu mendapat kehormatan istimewa. Almarhum mendapat gelar sebagai mujahid sejati yang tak pernah mengenal lelah berjuang untuk Aceh, dari mantan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud.

“Beliau adalah mujahid yang naik dan turun gunung untuk menegak nilai – nilai islam di tanah leluhurnya. Hasan Tiro telah mengukir satu sejarah yang sangat panjang dalam pergolakan Aceh dengan Jakarta “.

Malik Mahmud ketika menyampaikan kalimat itu sempat menitiskan air mata, dan bahkan ribuan masyarakat yang ikut mengantar jenazah Wali Nanggroe dari Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ke pekuburan juga larut dalam tangisnya terhadap orang yang paling dicintai selama ini. Selain itu sejumlah ulama , mantan petingi GAM dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan wakil Gubernur Muhammad Nazar, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, turut menghantar jenazah Wali Nanggroe menuju pemakaman di Desa Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, dan almarhum di kebumikan di samping makam kakeknya Teungku Chik Muhammad Saman Di Tiro ( Tgk Chik Di Tiro), yang merupakan Pahlawan Nasional.

Teungku Hasan Tiro mulai populer bagi rakyat Aceh sejak ia membela kasus pembantaian rakyat sipil di Desa Pulot - Cot Jeumpa, Leupung, Aceh Besar 25 Pebruari 1954 oleh angkatan bersenjata indonesia. Peristiwa itu ekses ditembaknya belasan prajurit indonesia oleh pejuang DI/TII sebelumnya.

Karena pejuang DI/TII sudah menghilang di lokasi kejadian , serdadu republik sangat marah lalu rakyat sipil dijejerkan di tepi laut, lalu ditembak mati .Dalam peristiwa itu satu orang terselamat dalam pembunuhan itu , kemudian membeberkan kejadiannya kepada wartawan kawakan Abdul Chatib Ali (Acha), dari Surat Kabar Peristiwa. Kasus itu juga ikut ditulis oleh Surat Kabar New York Times dan Washington Post. Berita tragis itu diketahui oleh Hasan Tiro di America , lalu lewat suratnya 1 September 1954 memprotes kepada Perdana Menteri Indonesia Ali Sastromijojo.

Hasan Tiro mendesak indonesia untuk minta maaf dan, harus mau mengakui bahwa pembantaian rakyat sipil itu merupakan genoside terhadap rakyat Aceh. Ia memberi tenggang waktu kepada Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan kasus pembantaian tersebut, namun apa kenyataannya paspor miliknya dicabut oleh Kedutaan RI. Bukan hanya sampai disitu, Hasan Tiro juga pernah menawarkan Indonesia sebagai negara Federasi jalan satu – satunya Aceh hasrus bebas dari pernindasan Jakarta.Dari sikap Hasan Tiro menunjukan bahwa, ia sangat peduli terhadap Aceh yang terus menerus waktu itu ditindas oleh Jakarta.

Karena itu ia berpendapat bahwa Jakarta harus dilawan, karena ia telah mengkhianati Aceh lebih dari satu kali . Juga jalan satu - satu nya , yaitu Aceh harus Merdeka.

Untuk mewujudkan cita - citanya, Hasan Tiro dengan meninggalkan kehidupannya yang serba mewah, isterinya yang cantik Dora berketurunan Iran sebagai warga negara Amerika, dan anak semata wayang Karim Tiro yang baru berumar 6 tahun di tinggalkan, lalu ia kembali ke Aceh. Sampainya di Aceh pada 4 Desember 1976 mendeklarasikan Aceh Merdeka di gunung Halimon, Pidie.

Pendeklarasian Aceh Merdeka itu berbuntut panjang, bahkan Pemerintah Jakarta waktu itu menjawab dengan gelaran Aceh Daerah operasi militer (DOM) menumpas perjuangan Aceh Merdeka dengan julukan Gerombolan Pengacau Keamanan (GPK).

Dalam peristiwa itu lahirlah berbagai penilaian pro dan kontra terhadap Perjuangan Hasan Tiro. sejak dari banyaknya anak – anak telah menjadi yatim, wanita menjadi janda dan berbagai harta benda pula menjadi musnah.

Sesudah tiga puluh tahun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berperang melawan Jakarta akhirnya 15 agustus 2006 GAM dan RI melakukan perdamaian di Helsingki,Filandia.

Terlepas dari semua itu, Teungku Muhammad Hasan Tiro telah pergi, yaitu pergi untuk selama - lamanya. Namun dibalik itu ada banyak kenangan yang telah di tinggalkan menjadi catatan sejarah buat kita. Yaitu ia telah berhasil membangkitkan kembali heroisme rakyat Aceh sebagai bangsa besar dan termasyhur yang sudah lama tenggelam dari peta dunia.

Dibalik itu baginya , ia telah mampu membangkitkan semangat bangsanya yang bermarwah di mata dunia,dan tidak menjadi bangsa yang kerdil serta pengecut dalam menghalau berbagai tindakan penindasan.

DR Teungku Muhammad Hasan Tiro sebagai tokoh kharismatik lahir 25 September 1925 di Desa Tanjong Bungong, Pidie, adalah sosok yang paling di gemari rakyat. Ini terbukti sesudah ia meninggal kamis lalu, hampir semua lapisan masyarakat ,tanpa ada yang mengkordinir baik itu masyarakat biasa, anak anak sekolah dan bahkan pegawai pemerintahan sekalipun berduyun – duyun menziarahi kuburannya membaca tahlilan, dan mengaji Al Quran. Begitu juga di berbagai daerah , baik itu di kota maupun pedesaan dilakukan tahlilan serta jamuan makan untuk anak – anak yatim dan fakir miskin.

Kita tentu masih ingat ucapannya wali, bahwa ” Berperang itu susah, dan menjaga kedamaian itu lebih susah lagi, karena itu jagalah perdamaian itu sampai ke anak cucu” harapnya. Itulah kata – kata terakhir Hasan Tiro di depan jutaan rakyat Aceh di Mesjid Raya Baiturrahman beberapa waktu yang lalu (2008) sesudah perdamaian berlanggsung.

Hasan Tiro kembali dari Stockhom, Swedia, Oktober 2009 lalu, dan ia terus menetap di Aceh sebagai warga negara Swedia dengan mendapatkan visa dari pihak Jakarta.

Kembali ke tanah kelahirannya Aceh tahun 2008 tak banyak hal - hal yang ia sampaikan kepada masyarakat umum. Boleh jadi juga ini disebabkan faktor usianya yang sudah lanjut atau memang hanya karena faktor kesehatan .Namun yang jelas, Teungku Muhammad Hasana Tiro selalu tersenyum dan juga terpancar dengan wajah - wajah yang ceria.

Meninggalnya Wali Nangroe diliputi secara luas oleh berbagai media cetak, elektronik, Radio dalam dan luar negeri, dan takziah juga untuk almarhum terus mengalir dari pencintanya, tak kira ia orang tua, anak muda bahkan anak – anak sekolahpun ukut berpartisipasinya.

Selamat jalan Teungku Hasan Tiro , rakyat Aceh berdoa semoga Allah SWT mencucuri rahmat untukmu, dan bagi yang tinggal akan meneruskan cita – citamu yang belum selesai dalam menjaga perdamaian, dan mendobrak kezaliman di Bumi Iskandar muda ini. Semoga. ( Umar A Pandrah).
selengkapnya »

Senin, 19 Juli 2010

Capek Miskin, Istriku Memelihara Tuyul

Kekayaan tetangga kiri dan kanan ternyata mulai mengusik istriku. Ia merasa kurang nyaman melihat Bu Kirno tetangga sebelah kiri rumahku membeli sebuah mobil baru lagi. “Padahal Bu Kirno tak mempunyai anak dan tak bekerja, masa harus mempunyai mobil dua buah,” omel istriku mengomentari mobil baru Bu Kirno.

Belum genap seminggu omelan sirik tersebut berhenti, eh kemarin istriku Rani siang-siang menelponku ke kantor hanya untuk mengabarkan bahwa tetangga kami Bu Thomas juga menukar mobil lawasnya dengan sebuah mobil baru keluaran merek Toyota. Aku hanya menghela napas panjang seraya berujar lembut, “Bu, rejeki orang kan beda-beda, ayah belum mampu menukar mobil butut kita. Doakan saja ayah banyak rejekinya ya, “ tuturku menenangkannya.

Boro-boro tukar mobil, lha yang namanya ngecet rumah saja sudah dua tahun ini tak bisa aku lakukan. Aku mementingkan pendidikan anak-anak dulu. Si sulung sudah kelas 6 SD sedangkan si bontot baru masuk Sekolah Dasar. Bayangkan saja biaya yang harus aku siapkan untuk memenuhi pendidikan anak-anakku agar mereka mendapatkan sekolah yang baik mutunya serta mengajarkan akhlak yang benar pula. Aku rasa cita-cita semua ayah di dunia ini sama jika untuk pendidikan anak.

Rani kunikahi 9 tahun yang lalu, tapi dulu Rani kupilih menjadi istriku karena sangat pengertian dan memahami diriku. Tapi kok seiring berkembangnya waktu Rani jadi berubah? Ia kini sangat materialistis, semua hal dilihat dari jumlah rupiah semata. Untung ia tak mengenal dolar Amerika, jika ia tahu berapa nilai tukar Dolar atau Euro terhadap rupiah mungkin ia berubah haluan melihat semua hal dari mata uang tersebut.

Yang mulai menjengkelkan, kini Rani sering merengek-rengek untuk meminta perhiasan tambahan karena ia malu, teman dan tetangga sering berganti-ganti model perhiasan sedangkan yang dimiliki Rani tak pernah berubah gaya sejak sembilan tahun yang lalu, maklumlah itu mas kawin pernikahan kami.

Tak berhenti sampai disitu, Rani mulai kerap menelponku ke kantor dan meminta ijin membeli tas, sepatu atau kosmetika yang ditawarkan oleh teman-teman arisannya. Jengkel juga aku jadinya dan beberapa kali kubentak untuk tak mengangguku di kantor untuk urusan seperti itu. Namun Rani bersikeras dan terus menerus merengek.

Pernah suatu ketika saat aku sedang rapat, kuiyakan saja permintannya. Walhasil begitu aku pulang kantor sudah ada Ibu Lasmini yang menunggu kepulanganku sambil menyodorkan tagihan barang yang diambil istriku, walau kredit 3 bulan namun benar-benar menjengkelkan caranya.

Suatu hari, Rani meminta ijin untuk pergi bersama teman-teman arisannya ke Jawa Timur, katanya untuk menghilangkan kejenuhan. Karena aku juga kasihan melihatnya di rumah terus maka kuijinkan ia pergi beberapa hari ke Surabaya. Aku juga memberi uang saku untuk keperluannya selama berjalan-jalan.

Empat hari kemudian Rani sudah pulang, ia membeli beberapa oleh-oleh berupa makanan untuk anak-anak. Tak henti-hentinya ia berceloteh tentang pengalaman perjalanannya. Namun ia juga menangis menceritakan bahwa kalung mas kawin kami hilang, entah terjatuh dimana. Walaupun sangat kesal karena kalung tersebut adalah satu-satunya sisa dari mas kawin kami namun mau bilang apa lagi. Siapa yang mau kehilangan, coba?

Sejak kepulangan Rani dari Jawa Timur, aku merasa ada yang agak aneh dari sikapnya. Karena setiap pagi-pagi istriku sudah jalan-jalan. Katanya ingin olah raga. Belum lagi di dapur teronggok bunga-bungaan tujuh rupa beserta kemenyan dan rokok kretek yang diletakkan di tampah dari anyaman bambu. Malah beberapa malam Jumat kucium bau asing menyengat hidungku. Ternyata Rani sedang membakar kemenyan sambil membisikkan beberapa kalimat yang asing terdengar di telinga. Bahkan setiap malam Rani mulai suka menyendiri di teras rumah dengan lampu yang digelapkan total, ia duduk-duduk saja, sesekali tertawa atau berkata-kata sendiri.

Tentu saja tak kubiarkan istriku menjadi gila, maka suatu malam di saat anak-anak sudah terlelap aku mengajaknya bicara dan menanyakan perubahan dirinya. Rani diam saja dan berkilah belum waktunya ia menjelaskan. Berkali-kali kudesak dan kukatakan keberatanku dengan adanya bunga tujuh rupa dan bau kemenyan yang setiap malam menyengat hidung, ia tak bergeming. Menunduk dalam-dalam sambil berucap, “ Ayah tenanglah aja, nanti kalau sudah ada hasilnya ayah juga bakal terima kasih ke aku”.

Beberapa minggu kemudian sepulang dari kerja kulihat ada sebuah kotak berisi kue donat dari toko donat terkenal di Jakarta. “Dari siapa donat ini, bu?” tanyaku sambil mengambil sebuah donat yang berwarna coklat. “Aku yang beli tadi, sekalian jalan-jalan ke mal sama Bu Thomas nyoba mobil barunya,” jawab istriku ketus.

Minggu depannya lagi, ada DVD, tas, sepatu, baju, lauk mewah dari restoran Padang dan beragam barang baru di rumah. Tentu saja aku heran dan mempertanyakan dari mana asal muasal barang-barang tersebut. “Ya beli dari mal, emang saya nyolong!” teriak Rani dari kamar mandi. Dengan marah kugedor pintu kamar mandi dan kuminta ia menjelaskan dari mana uang untuk membeli barang-barang tersebut. “Sumpah, aku tidak jual diri, ini adalah uang hasil dari perjuanganku,” isaknya saat kutampar pipinya. “Perjuangan dari mana?! Jelas ibu tak bekerja dan kita hanya hidup dari gajiku yang pas-pasan!” teriakku tak kalah sengitnya.

“Aku memelihara tuyul pak, karena aku lelah oleh kemiskinan yang mendera kita. Aku juga ingin mempunyai barang bagus seperti milik tetangga. Aku menjual kalung emas dan memberikannya kepada dukun sakti di Jawa Ttimur sebagai mas kawin untuk mendapatkan bantuan tuyul. Dan tuyul itulah yang mencari uang buat kita pak,“ jelas Rani di sela-sela tangisnya.

“Tiap pagi aku harus membawa tuyul itu jalan-jalan dan malam hari aku memberinya makan dengan bunga tujuh rupa lengkap. Aku juga harus menggendongnya jika malam, makanya aku selalu melewatkan tengah malam duduk di teras rumah dan sesekali harus menyusuinya,“ terangnya lagi.

Blar…Bagai terkena hantaman kilat aku dibuatnya. Kupandangi istriku tanpa kedip, rasanya tak mungkin perempuan yang telah kunikahi selama ini berubah drastis. Istriku memelihara tuyul hanya karena iri dengan kemewahan yang dimiliki tetanggaku. Aku tertegun lama dan tak mampu berucap. Aku lelah lahir batin. Aku berencana memintanya memilih, keluarga atau tuyul tersebut.
selengkapnya »

Labels

Translate...

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Cari melalui Google

Tentang saya

Foto Saya
busairi
Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia
Lihat profil lengkapku