::: Tak Cukup Uang Beli Sepeda Motor, Murtala Bunuh Diri ::: Pasien RSUD Cut Mutya Bertambah Sejak Ada JKA::: Terkait Pemukulan Siswa SMAN-1 Samudera, Kepsek: Keluarga Korban Telah Merekayasa ::: Bus Cenderawasih Asal Bireuen Terbalik di Simpang KKA:::

Headline

Headline
Islamic Center, Kota Lhokseumawe, (Busairi)

KOMPAS.com

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juli 2010

Ilyas A Hamid Gagal Jalankan Roda Pemerintahan Sebagai Bupati Aceh Utara

RAKYATBICARA.com,Aceh Utara-Selama tiga tahun menduduki jabatan sebagai Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid dinilai gagal. Kegagalan itu melingkupi, gagal dalam melaksanakan pembangunan fisik dan gagal dalam bidang pendidikan. Dan bahkan, Ilyas A Hamid gagal dalam merealisasi Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).
Demikian disampaikan Muhardiansyah, Ketua Pelaksana Kegiatan Kuliah Politik, beberapa hari yang lalu di Aula Meurah Silue, Universitas Malikussaleh (Unimal). Kegiatan tersebut digelar oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Tambah Muhardiansyah, deposito Aceh Utara senilai Rp220 miliar bobol tahun lalu. “Sudah tiga tahun beliau menjabat sebagai bupati, belum ada hasil yang dapat diperlihatkan kepada masyarakat. Di bidang pendidikan tahun lalu, angka kelulusan UN melorot. Pembangunan fisik minim. Bahkan bantuan beasiswa untuk tahun 2009 hingga kini belum dicairkan. Padahal, mahasiswa telah mengikuti prosedur yang ditetapkan” kata Muhardiansyah.
Agar persoalan itu tidak terjadi lagi ke depan, eksekutif dan legeslatif Kabupaten Aceh Utara harus melibatkan mahasiswa dalam menjalankan roda pemerintahan. Untuk itu, para mahasiswa harus dibekali ilmu dasar perpolitikan. Sehingga nantinya, mahasiswa dapat berperan aktif dalam ekstra parlementer di pemerintahan.
Selama ini, aktivis KAMMI sering turun ke jalan-jalan melaksanakan kegiatan aksi damai terhadap beberapa kebijakan pemerintah yang dianggap dapat merugikan rakyat. Namun ke depan, KAMMI ingin menyumbangkan pemikiran kepada eksekutif dan legeslatif, agar semuanya berjalan dengan baik.
“Para aktifis KAMMI berasal dari beberapa universitas di Aceh Utara dan Lhokseumawe, seperti Unimal, Politeknik, STAIN, Amik, STI dan beberapa kampus lainnya. Setelah kegiatan kuliah politik selesai, kita membuat satu rekomendasi politik untuk disampaikan kepada Pemda Aceh Utara. Rekomendasi itu merupakan buah pikir para mahasiswa Aceh Utara dan Lhokseumawe,” ujar Muhardiansyah.
Sementara itu, DR. Muklir, dosen ilmu sosial dan politik di Unimal yang menjadi narasumber pada kuliah politik tersebut mengatakan, Aceh sudah diberikan UU No. 11, tentang Pemerintahan Aceh. Namun, hingga sekarang ini, belum semuanya dijalankan dengan baik dan baru satu poin yang dilaksanakan yaitu tentang pembentukan partai lokal. Sedangkan beberapa poin lainnya belum dijalankan, dan itu dapat merugikan masyarakat Aceh.

“Salah satu poin lainnya yaitu, dalam UU No.11, Aceh dibolehkan membuat hubungan deplomasi langsung dengan negara-negara luar. Ini belum dijalankan. Karena itu, KAMMI menilai Pemerintah Aceh masih sangat lamban dalam setiap urusan. Kita berharap, ke depan, gubernur, bupati dan walikota dapat melaksanakan pembangunan dengan baik,” kata DR. Muklir dan Muhardiansyah.
selengkapnya »

TNI Harus Hindari Pelanggaran

RAKYATBICARA.com- Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Deni K Irawan memerintahkan prajurit di jajaran Korem 011/LW menekan angka pelanggaran. Kendati anggaran dan fasilitas belum memadai, tetapi perajurit TNI harus meningkatkan profesionalitas.

Komandan Korem (Danrem) menegaskan hal itu pada Jam Komandan di gedung KNPI Lhokseumawe, Senin (19/7). “Meskipun di tengah keterbatasan anggaran serta fasilitas yang belum memadai, tetapi prajurit TNI harus mampu meningkatkan profesionalitas serta proporsional kinerja yang tangguh, gigih serta berkemampuan intelektual dalam melaksanakan tugas secara paripurna sesuai dengan cita-cita, tujuan dan kepentingan nasional,” tegasnya. TNI juga harus mampu menguasai teknologi modern, sedangkan ketangguhan harus tercermin dalam solidaritas, berwawasan kebangsaan, kokoh, serta mencintai dan dicintai masyarakat.

Di sisi lain, Deni K Irawan mengaku, sejak dia ditugaskan sebagai Danrem 011/Lilawangsa, kondisi keamanan di Aceh semakin kondusif. Hal itu dapat dilihat dari tidak ditemukannya gangguan terhadap masyarakat yang melakukan aktivitasnya sehari-hari. Ke depan diharapkan keamanan tersebut semakin terjamin karena keamanan merupakan faktor utama berkembangnya suatu daerah. “Bila keamanan terjamin, maka akan banyak investor yang datang ke daerah kita,” harap Deni K Irawan.

Dalam Acara tersebut di hadiri oleh Kasrem 011/LW Letkol Inf S Budi Raharjo, Para Kasi Korem 011/LW, Kepala Dinas Jawatan, Kapenrem 011/LW Mayor Inf T.M Khair SE dan Kasdim 0103/Aut Mayor Inf Surya serta seluruh prajurit TNI dan PNS yang berada di Lhokseumawe.
selengkapnya »

Labels

Translate...

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Cari melalui Google

Tentang saya

Foto Saya
busairi
Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia
Lihat profil lengkapku