::: Tak Cukup Uang Beli Sepeda Motor, Murtala Bunuh Diri ::: Pasien RSUD Cut Mutya Bertambah Sejak Ada JKA::: Terkait Pemukulan Siswa SMAN-1 Samudera, Kepsek: Keluarga Korban Telah Merekayasa ::: Bus Cenderawasih Asal Bireuen Terbalik di Simpang KKA:::

Headline

Headline
Islamic Center, Kota Lhokseumawe, (Busairi)

KOMPAS.com

Kamis, 05 Mei 2011

Pemuda Meurah Mulia Aniaya M.Jafar Hingga Kritis

Aceh Utara, FOKUS-M.Jafar,57, warga Leupen Siron, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara sudah dua minggu terkulai di Rumah Sakit Umum Cut Mutia akibat dihajar pemuda asal Meurah Mulia di kawasan hutan. Menurut aparat Kepolisian setempat pelaku berinisial LH dan saat ini masih buron.


Kapolres Aceh Utara melalui Kapolsek Tanah Luas, Ipda Teguh kepada Wartawan, Kamis (5/5) mengakui, korban dipukuli LH di hadapan rekan-rekannya yang berjumlah sekitar tujuh orang. ”Sampai sekarang korban masih dirawat di rumah sakit,” jelas Kapolsek Tanah Luas. Tersangka terindikasi warga Bare, Kecamatan Meurah Mulia.


Sementara itu keluarga korban Rasyidan,35, mengakui M.Jafar masih di rumah sakit. Padahal, korban sudah dirawat hampir sepuluh hari. ”Namun urat di lehernya masih tengang dan sulit digerakkan,” jelasnya. Selain itu pagian kepala korban bocor. Korban juga sering mengeluarkan darah segar dari mulut, sehingga diduga mengalami luka bagian dalam tubuhnya.

Menurtu informasi, kejadian itu terjadi pada Rabu 27 April 2011 lalu. Sekira pukul 10.30 M.Jafar pergi ke kebun miliknya di kawasan hutan Leupen Siron. Namun ketika sampai di sana, sekelompok pemuda sedang membuka lahan baru dan membagi-bagi lahan tersebut. ”Sebagian lahan M.Jafar ikut diambil mereka,” jelas Rasyidan. Sehingga dia protes dan memotong tali pengukur milik para pemuda tersebut.***
selengkapnya »

Penggunaan Dana APBK TA-2011 Belum Berpihak Kepada Rakyat

Lhokseumawe,FOKUS-Penggunaan dana dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh disinyalir belum berpihak kepada rakyat, bahkan dana tersebut sebagian besar untuk belanja pegawai.



Kabupaten Aceh Utara yang memiliki dana tertinggi dalam APBK TA-2011 menghabiskan belanja pegawai sampai 54 persen. “Untuk tahun 2011, APBK paling tinggi adalah Kabupaten Aceh Utara yaitu sebesar Rp1,087 trilyun, dimana belanja untuk pegawai sebesar Rp587.429 miliyar atau 54 persen dari total APBK,” jelas Baihaqi, Koordinator Bidang Advokasi Dan Kampanye LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), kepada Mimbar, Kamis (5/5).



Berdasar monitoring LSM anti korupsi ini, APBK Kabupaten Aceh Barat tahun ini sebesar Rp511,756 miliyar. Namun belanja untuk pegawai mencapai Rp328.353 miliyar atau 64 persen. Kabupaten Aceh Besar sebesar Rp695.726 miliyar, belanja untuk pegawai sebesar Rp432.756 miliyar.



APBK Kabupaten Aceh Selatan Rp544.500 miliyar dan untuk belanja pegawai sebesar Rp. 346.491 miliyar. Kabupaten Aceh Singkil sebesar Rp. 371.817 miilyar dimana belanja yang dialokasikan untuk pegawai sebesar Rp197.787 miliyar.



Kota Lhokseumawe sebesar Rp459.378 miliyar dan belanja pegawai mencapai Rp254.264 miliyar. Kota Banda Aceh Rp592.669 miliyar dimana belanja untuk pegawai mencapai Rp399.847 miliyar atau mencapai 67 persen dari total APBKnya.



Sementara, tambah Baihaqi, penggunan benja pegawai yang rendah hanya di Kota Babussalam dan Kabupaten Gayo Luwes. “Khusus Kota Subussalam dan Kabupaten Gayo Lues, anggaranya lebih besar untuk belanja publik yakni mencapai 52 persen dari total APBK 2011 dan ini merupakan suatu terobosan baru di Aceh,” paparnya.***
selengkapnya »

Rabu, 09 Maret 2011

Keterlibatan Pejabat Publik Dalam KONI Lhokseumawe Langgar UU

LHOKSEUMAWE,RAKYATBICARA.com-Pejabat publik dan struktural di lingkungan Pemko Lhokseumawe yang mendominasi kepengurusan KONI setempat disinyalir berdampak pada pengelolaan anggaran daerah. Keterlibat sejumlah anggota DPRK, Komite Independen Pemilihan (KIP), dan beberapa pejabat struktural lainnya, telah melanggar UUPA dan UU SKN.
Para mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (Smur) Unimal Lhokseumawe, Kesatuan Mahasiswa Kota Lhokseumawe (Keumala) dan Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI), Senin (8/3) mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pengukukan kepungurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lhokseumawe. Induk organisasi olahraga tersebut, menurut Ketua Smur Unimal, Darkasyi telah ‘dikuasai’ para pejabat. Sehingga harapan masyarakat, agar KONI lebih professional akan sulit tercapai.
Sementara itu Ketua Keumala, Ahmad Refki Bentara mengatakan, para pejabat yang dikukuhkan beberapa hari sebelumnnya didominasi oleh para pejabat publik. “Diantaranya para anggota DPRK Lhokseumawe, KIP dan kepala dinas,” jelasnnya. Sehingga berpotensi terciptanya politik anggaran yang dapat merugikan masyarakat.
Selain itu, menurut mereka, dengan menempatkan pejabat yang kurang mengerti olahraga dalam KONI juga dapat menurunkan prestasi atlit ke depan. “Untuk bisa mengharumkan nama Kota Lhokseumawe melalui olahraga ke depan, jauh pasak dari tiangnya,” tambah Ahmad Refki.
Pengukuhan pengurus KONI Kota Lhokseumawe periode 2010 – 2014, telah melanggar Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) Tahun 2006 dan Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Tahun 2005. “Dalam UUPA pasal 37, melarang anggota DPR merangkap jabatan dalam lembaga yang menggunakan anggaran negara,” tambah Darkasyi. Sedangkan dalam peraturan SKN, pejabat publik dan pejabat struktural tidak bisa merangkap dalam kepengurusan KONI. (RB)
selengkapnya »

Selasa, 25 Januari 2011

Ratusan Hektare Tanaman Padi di pedalaman Aceh Utara Terancam Puso

RAKYATBICARA.com- Sedikitnya 700 hektare tanaman padi di lahan tadah hujan di pedalaman Aceh Utara terancam puso akibat kekeringan. Kondisi tersebut terjadi di Desa Tanjong Pinenung, Kecaman Seunuddon, dan Desa Gampong Blang Kareung, Kecamatan Nisam, Aceh Utara.
Tgk.A.Gani Yakob,47, warga Blang Kareung yang ditemui di desannya, Selasa (25/1) mengakui prihatin dengan kondisi tanaman yang mengalami kekeringan. “Ketika padi mulai ditanam sekitar tiga bulan lalu, airnya cukup. Tapi sekaranag tidak penah hujan lagi, sehingga tanahnya kering,” jelas dia.
Di kawasan itu terdapat saluran irigasi, namun sejak dibangun sampai sekarang, menurut A.Gani tidak berfungsi. Saluran tersebut berasal dari Irigasi Cot Gapieh di kawasan Krueng Keude Ampah. Namun diduga karena debit air sungai tidak mencukupi, sehingga petani Gampong Blang dan sekitarnya tidak mendapat suplai air irigasi.
Sebelumnya, warga masih bisa memanfaatkan air dari saluran pembuang yang bermuara ke Pelabuhan Umum Krueng Geukeuh. Namun sekarang air di saluran pembuang tersebut juga mengering. “Biasanya kalau air laut sedang pasang, air di saluran pembuang juga banyak. Jadi bisa ditarik dengan pompa ke sawah,” tambah dia.
Kondisi kekeringan juga terlihat di Desa Tanjong Pineung. Lahan sawah warga kering kerontang akibat tidak berfungsinaya saluran, sehingga mengancam tanaman padi warga. Mereka mengharap pemerintah daerah dapat segera membangun saluran irigasi yang bisa mengaliri air ke sawah-sawah warga.
selengkapnya »

PSLS Lhokseumawe Vs PSMS Medan Berakhir Imbang

RAKYATBICARA.com-PSLS Lhokseumawe menjamu PSMS Medan yang berlangsungn di Lapangan Tunas Bangsa Kota Lhokseumawe berakhir imbang (0-0). Meskipun anak-anak PSLS banyak mendapat peluang emas.

Ervin dari kesebelasan PSLS Lhokseumawe “Laskar Pase” dan kawan-kawan berusaha menjebol gawang PSMS Medan dengan tendangan –tendangan spektekuler, namun tendangan-tendangan anak PSLS tersebut tidak membuahkan hasil karena berhasil dihalau oleh Cristian Gaston Vasque dan kawan-kawan dari kesebelasan PSMS Medan.

Namun, memasuki pada babak kedua anak-anak tuan rumah lewat tendangan-tendangan Anton Irawan dan kawan-kawan tetap gagal menjebol gawang PSMS sampai akhirnya wasit meniup peluit panjang.

“Kita Tidak kecewa terhadap terhadap anak-anak PSLS, karena mereka telah menunjukkan permainan yang sangat baik, dan kami bangga terhadap anak-anak PSLS karena mampur bertahan terhadap anak-anak PSMS” ujar Wakil Walikota Lhokseumawe, Suadi Yahya kepada sejumlah wartawan usai pertandingan.

Wakil walikota juga mengatakan, dirinya kecewa terhadap wasit yang tidak tegas memimpin jalannya permainan. “Secara pribadi saya sangat kecewa wasit mulai dari devisi satu sampai devisi terakhir saya kecewa terhadap wasit yang tidak tegas memimpin jalannya pertandingan” tambah Suaidi Yahya.

Sementara asisten manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa mengaku dirinya puas terhadap permainan anak-anak PSMS. “Saya rasa dua poin yang sudah cukup juga kecewa terhadap wasit karena tidak tegas sehingga hampir terjadi bentrok fisik antara kedua kesebelasan” kata Benny.
selengkapnya »

Tangkapan Nelayan Bireuen Minim Bukan Karena Cuaca Ekstrem

RAKYATBICARA.com- Cuaca ekstrem yang melanda wilayah perairan Indonesia, tidak mempengaruhi nelayan Kabupaten Bireuen untuk melaut, sebab cuaca ekstrem di Bireuen tidak terlalu radikal, nelayan di Kabupaten itu masih ada sebahagian yang berani melaut.

“Namun hasil tanggapan nelayan sejak Desember 2010 hingga Januari 2011 menurun drastis.sehingga mempengaruhi tingkat kesejahteraan mereka” ujar Hamdan Hs, Pengelola Couldstorage (Gudang Pendingin) Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada, miliki pemkab Bireuen, Selasa ( 25/1).

Tambahnya, menurunnya hasil tangkapan nelayan, mempengaruhi terhadap tingginya harga ikan di pasar Kota Bireuen. Kondisi ini diperparah lagi dengan meningkatnya sejumlah harga barang kebutuhan pokok lainnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Syamsuar Syah, menyebutkan, minimnya hasil tangkapan nelayan tidak dipengaruhi oleh cuaca ekstrim sebagaimana yang melanda wilayah perairan lainnya di Indonesia. “Di Bireuen cuaca tidak ektrem, hanya saja hasil tangkapan nelayan yang memang menurun,” ungkapnya.

Berkenaan dengan cuaca yang tidak bersahabat, katanya, Panglima Laot biasanya selalu memberikan warning kepada nelayan agar tidak melaut. Namun, sampai saat ini panglima laot tidak memberikan peringatan tersebut.

Pada bagian lain Syamsuar Syah mengharapkan, kepada nelayan yang menggunakan boat pancing 2-3 GT agar melakukan usaha-usaha menjaga kualitas hasil tangkapannya dengan cara menyiapkan tempat pendingan yang layak, dengan demikian kualitas ikan masih bagus saat mereka merapat di PPI.

Sementara Abdul nelayan Kuala Mesjid, Kecamatan Kuala, Bireuen mengaku, lebih memilih tidak melaut disebabkan hasil tangkap yang minim, " Hasil tangkapan minim sehingga tidak menutupi untuk biaya oprasional, makanya saya lebih memilih tidak melaut,"sebutnya.
selengkapnya »

Minggu, 23 Januari 2011

Pasien Di RSUD Cut Mutya Bertambah Sejak Ada JKA

RAKYATABICARA.com, Aceh Utara- Sejak diperlakukan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) jumlah pasien yang berobat kerumah Sakit Cut Meutia dari hari kehari kian bertambah, penambahan berkisar antara 500 orang sampai 600 orang setiap harinya.

“Program JKA sudah memasuki tahun kedua sejak diluncurkan setahun silam, program JKA yang diluncurkan oleh Pemerintah Aceh sangat membantu masyarakat dari kalangan bawah” ujar Direktur RSUD Cut Meutia, Dr T Muhayatsyah M.D yang didampingi Kabid Perawatan Syuib HRC yang juga Sekretaris JKA , Rabu (19/1)

Masyarakat saat ini juga sangat merasakan Jaminan Kesahatan yang diprogramkan pemerintah. JKA adalah program kesehatan bagi masyarakat Aceh yang tidak memiliki asuransi kesehatan lainnya seperti JAMKESMAS. “Adakalanya pasien yang mau berobat sering mendapatkan informasi yang salah tentang JKA, padahal masyarakat Aceh yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan syaratnya sangatlah mudah” tambah Muhayatsyah,

Tambahnya, walaupun mengalami kesulitan untuk dapat melayani pasien sepenuhnya, pihak Rumah Sakit tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dan untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat pihak Rumkit telah menyediakan Pusat informasi yang akan memudahkan pasien untuk berobat di RSUD Cut Meutia. (BUS)
selengkapnya »

Labels

Translate...

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Cari melalui Google

Tentang saya

Foto Saya
busairi
Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia
Lihat profil lengkapku